Sunday, March 18, 2018

hinaan-puisi



Hinaan


Seuntai kata menyakitkan
Menusuk tajam di dadaku
Bak sebilah pedang yang
Menancap kuat di dadaku

Langkahku agak tertahan
Mendengar kata itu
Membuat api semangat yang membara dalam diri menjadi padam

Tapi ku coba untuk tak peduli
Hanya ku jadikan sebagai angin 
Yang hanya sepintas 
Dan tak akan membekas

Jalanku masih panjang
Asa sudah terpampang
Tak kan ada waktu yang kubuang
Karena omongan mereka

Terima kasih 
Telah membuatku 
Menjadi kuat dengan kata 
Yang sungguh menyakit kan...

0 komentar:

Post a Comment