hinaan-puisi
Hinaan
Seuntai kata menyakitkan
Menusuk tajam di dadaku
Bak sebilah pedang yang
Menancap kuat di dadaku
Langkahku agak tertahan
Mendengar kata itu
Membuat api semangat yang membara dalam diri menjadi padam
Tapi ku coba untuk tak peduli
Hanya ku jadikan sebagai angin
Yang hanya sepintas
Dan tak akan membekas
Jalanku masih panjang
Asa sudah terpampang
Tak kan ada waktu yang kubuang
Karena omongan mereka
Terima kasih
Telah membuatku
Menjadi kuat dengan kata
Yang sungguh menyakit kan...

0 komentar:
Post a Comment